Buku Ini Bantu Anak Cepat Lancar Membaca dan Paham Bacaannya

Posted on

Aktualita.co – Buku-buku mahir membaca yang dikhususkan untuk siswa kelas awal atau siswa kelas satu, dua dan tiga baru saja dicetak di Amerika dan dikirim ke Indonesia. Buku besar edisi lux ini dihiasi dengan ilustrasi berwarna.  Ceritanya juga menarik  yang disesuaikan dengan daya serap siswa kelas awal. Judul-judulnya antara lain seperti “Waktu Ayah Kecil,” “Bermain Bola,” “Malam Hari” dan lain-lain.

buku belajar membaca
1. Hamsah Penanggung Jawab Program Buku Bacaan Berjenjang Sulsel dan Jamaruddin Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulsel memamerkan buku bacaan berjenjang di hadapan peserta Lokakarya Perencanaan Kabupaten Buku Bacaan Berjenjang di Aula Pemkab Maros (8/1)

Buku-buku ini bukanlah buku biasa. Buku ini dicetak sebagai salah satu solusi  mengatasi  literasi anak Indonesia yang masih sangat rendah.  Penelitian PISA tahun 2012 menempatkan posisi membaca siswa Indonesia di urutan ke 57 dari 65 negara yang diteliti . Dalam penelitian juga disebutkan bahwa tak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi di tingkat kelima, hanya 0,4 persen siswa yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat, selebihnya di bawah tingkat tiga, bahkan di bawah tingkat satu.

Salah satu contoh buku besar bacaan berjenjang.
Salah satu contoh buku besar bacaan berjenjang.

“Buku ini sudah disetujui  oleh Kemendikbud dan Kemenag untuk digunakan di seluruh Indonesia,” ujar Hamsah, Penanggung Jawab pelatihan dan penyebaran buku ini di Sulsel di hadapan peserta Lokakarya  Perencanaan Kabupaten Program Buku Berjenjang di aula Kantor Bupati Maros (8/1)

Untuk menggunakan buku berjenjang yang disusun oleh tim YLAI (Yayasan Literasi Anak Indonesia),  terdapat buku dan video panduannya. Bahkan para pendidik yang ingin memakainya harus  dilatih terlebih dahulu oleh fasilitator yang sudah diseleksi khusus dan dilatih terlebih dahulu.

Buku-buku , video dan buku panduannya diberikan secara gratis oleh USAID PRIORITAS, demikian juga pelatihannya. Sayangnya masih terbatas untuk sekolah-sekolah di Kabupaten/Kota yang menjadi mitra USAID PRIORITAS.

Irlidya, pengawas dari Maros, sedang mengajar siswa menggunakan buku berjenjang di salah satu sekolah di Maros.
Irlidya, pengawas dari Maros, sedang mengajar siswa menggunakan buku berjenjang di salah satu sekolah di Maros.

Menurut Hamsah, penggunaan buku ini telah benar-benar  terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca anak-anak. “Anak-anak menjadi bergairah dan tak akan bosan walau berjam-jam dibimbing membaca buku-buku ini. Para guru yang membawakannya  dilatih memiliki teknik–teknik khusus agar anak-anak selalu bergairah dan penasaran dengan cerita-cerita berikutnya, sehingga mereka tertarik untuk dengan sendirinya mengenal huruf-huruf  dan memahami isi buku,” ujarnya.

Dr. Irlidya, seorang pengawas  SD  dari Maros yang sudah menggunakan buku ini  di beberapa sekolah menyatakan kegiatan membaca bagi anak-anak sekarang menjadi amat menyenangkan. Teknik-teknik memancing perhatian lewat tebakan cerita, improvisasi dengan menyangkutkan pengalaman anak, menebak isi cerita selanjutanya dan teknik-teknik lainnya membuat anak-anak yang sulit membaca termotivasi mengetahui huruf-huruf, dan yang lancar membaca akan termotivasi untuk mengerti alur berikutnya, bahkan mereka akan dengan mudah belajar menuliskan kalimat-kalimat yang mereka buat sendiri.

“Salah satu segmen yang menarik dari buku ini adalah menggunakan jendela kata. Yaitu anak-anak diminta menebak suatu kata pada kalimat, sedang kata yang ditebak itu ditutup dengan potongan kertas. Dengan teknik tertentu, anak-anak dibimbing untuk menebak kata yang tertutupi kertas tersebut,” ujarnya.

Tak kalah menarik, menurutnya,  adalah pada segmen anak diberi kesempatan menirukan gerakan-gerakan atau peristiwa yang terjadi pada bacaan tersebut dengan mimik mereka sendiri yang sesuai. Mereka mengekspresikan bacaan di hadapan teman-temannya.  “Anak-anak selalu terlihat sangat senang dan antusias melakukannya,” ujarnya.

720000 buku yang disebut buku bacaan berjenjang ini telah dihibahkan oleh  USAID PRIORITAS ke 12 kab/kota di Sulsel. Fasilitator-fasilitator yang akan melatihkan penggunaan buku ini  di 12 kabupaten/kota yaitu Makassar, Takalar, Bantaeng, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Wajo, Bone, dan Toraja juga telah diseleksi. Sebelum mereka melatih guru-guru, mereka akan mendapatkan pelatihan fasilitator yang rencananya akan diadakan pada akhir February 2016.

Sekretaris Daerah Maros, Baharuddin, sangat mengapresiasi program Buku Bacaan Berjenjang ini, “Buku ini melatih anak-anak membaca dengan memahami semenjak dini. Kalau mampu membaca saja, tanpa bisa memahami, maka sia-sialah bacaan kita, “ ujarnya.  (PR/Aktualita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *