Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana memberikan ucapan selama kepada keluarga Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Jumat (7/11) (foto: setkab)

Beri Gelar Pahlawan Nasional Kepada 4 Tokoh, Kini Pahlawan Nasional Berjumlah 163 orang

Posted on
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana memberikan ucapan selama kepada keluarga Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Jumat (7/11) (foto: setkab)
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana memberikan ucapan selama kepada keluarga Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Jumat (7/11) (foto: setkab)

Aktualita.co – Pahlawan Nasional Indonesia kini berjumlah 163 tokoh, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh dalam sebuah acara di Istana Negara pada Jumat (7/11)

Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden RI selaku sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan  dikeluarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 115/TK/ Tahun 2014 tanggal November 2014.

Berikut profil keempat pahlawan nasional tersebut :

1. Letjen (Purn) Djamin Ginting, tokoh dari Provinsi  Tanah Karo, Sumut.
Berhasil dalam melancarkan perang gerilya dan memimpin penumpasan pemberontakan DI/TII di Aceh. Sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorium I Bukit Barisan yang menentang keputusan atasannya untuk menunjukan kewetiaannya pada pemerintah RI, dan menjadikan wilayah komandonya sebagai pangkalan operasi pasukan pemerintah menggempur pasukan PRRI di Sumatera.

2. Sukarni Karto Kartodiwirjo, lahir di Blitar, Jatim.
Berperan dalam merumuskan naskah proklamasi serta mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memroklamasikan kemerdekaan. Berhasil menghimpun pemuda mendukung pemerintah RI, dan menyelenggarakan rapat raksasa di lapangan Ikada untuk menunjukkan kebulatannya tekad dalam mendukung proklamasi dan mendesak mengambil alih kekuasaan dari pemerintah jepang.

3. Kyai Haji Abdul Wahab Hasbullah, lahir di Jombang.
Berperan dalam merumuskan Resolusi Jihad sebagai dukungan terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Berjasa dalam meningkatkan dukungan NU kepada Pemerintah Indonesia dalam memenangkan perang melawan Pemerintah Belanda.

4. HR Mohammad Mangoendprojo, lahir di Sragen, Jatim.
Berjasa pada peristiwa revolusi di Surabaya, ikut mendesak Panglima Pertahanan Jepang Jenderal Iwabe untul menyerahkan senjata dan menguasai objek vital tahun 1945, berperan besar dalam mengambil alih aset pribadi orang-orang Belanda untuk kepentingan perjuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *