Bahrun Na’im Tokoh ISIS yang Ingin Menjadi Pemimpin ISIS di Asia Tengara

Thursday, Jan 14, 2016 | 3396 views

Aktualita.co – Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyebutkan Bahrun Na’im adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan teror di Sarinah, Jakarta yang terjadi pada Kamis, (14/1). “Jaringan pelaku sebenarnya terkait ISIS di Raqqah dengan tokoh Bahrun Na’im yang sekarang masih ada di sana,” ujar Tito di Istana Kepresidenan.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa Bahrun Na’im yang ingin mendirikan namanya Khatibah Nusantara, dia ingin jadi leader untuk kelompok ISIS di Asia Tengara. Karena itu, Bahrun Naim menunjukkan kekuatannya dengan pelbagai aksi-aksi teror di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Sarinah, Jakarta.

Lalu siapakah Bahrun Na’im yang dikaitkan dengan ledakan bom di Sarinah Jakarta ini?

Sepak Terjang Bahrun Na’im

Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Naim atau  Abu Rayan  sudah cukup dikenali oleh Densus 88. Naim pernah ditangkap oleh Densus 88/Anti-Teror pada 9 November 2010. Saat itu, Naim hanya dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak menyusul ditemukannya sejumlah barang bukti berupa ratusan butir amunisi ilegal.

Saat itu majelis hakim di PN Surakarta pada 9 Juni 2011 menjatuhkan vonis penjara 2 tahun 6 bulan terhadap Muhammad Naim karena tanpa kewenangan menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm.

Keluar dari penjara, Bahrun Naim disebut bergabung dengan kelompok ISIS. Ia bahkan kerap dihubungkan dengan sejumlah simpatisan ISIS yang bergabung belakangan.

Nama Naim juga sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Terdapat sejumlah peristiwa yang dikaitkan dengan nama Bahrun Naim. Diantaranya adalah kasus  hilangnya seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Maret 2015 lalu yang disebut-sebut kabur bersama Bahrun Na’im.

Selain itu, Bahrun Naim juga disebut sebagai penyokong dana dibalik atas warga asing asal Uighur, Xinjiang yang bernama Alli yang memiliki bom bunuh diri berbentuk rompi pada 23 Desember 2015.

Bahrun Naim juga disebut-sebut di balik rencana aksi teror pada Agustus 2015 lalu. Mereka merencanakan aksi pada 17 Agustus 2015. Beberapa tempat menjadi sasaran kelompok teroris Bahrun Naim, salah satunya kuil Budha Kepunton Solo, terkait isu Rohingnya.

Like it? Share it!

Leave A Response