Apa Itu Mubahalah? Pengertian dan Syaratnya

Sunday, Nov 13, 2016 | 483 views

Aktualita.co – Melalui akun facebooknya, Ade Armando menantang umat muslim untuk saling mubahalah terkait dengan Al-Maidah 51. “Saya menantang Anda yang beragama Islam dan menentang Ahok untuk bermubahalah dengan saya tentang apakah Al Maidah 51 memuat larangan memilih pemimpin Nasrani,” tulis Ade Armando pada 11 November 2016 lalu.

mubahalah

Lalu apakah itu Mubahalah dan pengertiannya ? Istilah Mubahalah bukan sekali ini menjadi viral. Pada tahun 2014 lalu, istilah mubahalah juga ramai dibicarakan.

KonsultasiSyariah.com menjelaskan bahwa Kata mubahalah [arab: المباهلة] turunan dari kata al-Bahl [arab: البَهْل] yang artinya laknat. Karena itu secara istilah mubahalah adalah saling melaknat antara satu dengan yang lainnya.

Sejarah Mubahalah

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Mubahalah termasuk salah satu metode dakwah yang disebutkan dalam Al-Quran. Metode ini digunakan untuk melawan orang kafir dan orang musyrik yang bersikap sombong, dengan tidak mau menerima kebenaran, tetap kukuh di atas kebatilan dan kesesatan. Padahal telah disampaikan dalil-dalil yang sangat jelas, yang menunjukkan kesesatannya.

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menantang mubahalah orang-orang nasrani terkait aqidah yang benar tentang Nabi Isa. Karena mereka tidak menerima kebenaran, setelah beliau menjelaskan bahwa Isa bukan anak tuhan.

Saat itu terjadi pada Rasulullah dengan Pendeta Nasrani dari Najran pada tahun ke-8 Hijriah.

Saat itu terjadi ketika 60 orang Kristen Najran datang menemui Rasulullah Saw bersama 3 orang pembesar bernama ‘Aqib, Sayyid dan seorang Bishop Abu Haritsah. Meski Rasulullah Saw telah menjawabnya dengan jelas, mereka tetap berdalih dan tidak mau menerima apa yang disampaikan Rasulullah Saw sampai akhirnya Allah menurunkan ayat mubahalah (surat Ali Imran ayat 61).

Saat itu, mubahalah tidak sampai terjadi karena kaum Nasrani yang melihat Rasulullah datang bersama keluarganya menjadi ciut nyalinya. Bagi mereka, jika Rasul datang bersama sahabat akan mereka layani.

Mubahalah Antar Sesama Muslim

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas menyatakan tantangan mubahalah hanyalah antara Muslim dan kaum kafir.

Selain itu, mubahalah pada dasarnya hanyalah terjadi sekali saja selama masa hidup Rasulullah.

Seperti dikutip dari EraMuslim.com, Ustadz Sigit Pranowo, Lc mengungkapkan bahwa terkait mubahalah sesama muslim, lebih baik mereka berdua saling berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar Allah menurunkan hidayah, taufik dan rahmat-Nya kepada mereka sebagai pengganti dari doa yang menginginkan diturunkannya laknat kepada orang yang berdusta diantara mereka berdua.

Like it? Share it!

Leave A Response