Aisyiyah Pangkep Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Motivator dan Kader

Thursday, May 26, 2016 | 852 views

Laporan : Nhany Rachman
Koordinator Program Mampu ‘Aisyiyah Pangkep

program mampu

‘Aisyiyah Pangkep kembali menggelar Workshop yang bertujuan meningkatkan capaian, skill serta kreatifitas para motivator-kader yang bertugas mengembangkan dan memberdayakan kelompok perempuan melalui Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA), Rabu 25/5) di Aula kantor Kecamatan Bungoro.

Puluhan Motivator baik bidan maupun kader dari Desa Bowong Cindea maupun Bulu Cindea nampak begitu antusias seluruh rangkaian kegiatan workshop seperti terlihat melalui sesi presentasi capaian para penggerak komunitas di bidang kesehatan maupun ekonomi.

Salah satu peserta Syalmiah Syam yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di PKM Bowong Cindea dan bertugas sebagai motivator di lima komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah mengungkapkan bahwa hampir dua tahun bergelut memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi melalui komunitas BSA telah merubah pemahaman sebahagian besar ibu-ibu yang dahulunya tidak pernah mendengar bahaya kanker serviks maupun payudara dan melakukan upaya pencegahan melalui tes IVA telah mulai berfikir terbuka dan mau datang ke PKM memeriksakan dirinya.

“2 tahun terakhir setelah komunitas BSA terbentuk, Alhamdulillah kedekatan bidan dan masyarakat semakin meningkat dan semakin mudah untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan reproduksi perempuan,” ungkapnya.

“Berkat adanya komunitas ini pula, hampir semua informasi kesehatan pun bisa tersampaikan dengan baik dengan dukungan para kader-kader di lapangan,” imbuh Syalmiah Syam.

Selain bidang kesehatan, pengembangan ekonomi mikro untuk komunitas pun turut menjadi materi yang diperbincangkan dalam workshop ini dengan menghadirkan para kader-kader komunitas yang telah berhasil mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan komunitas untuk meningkatkan derajat ekonomi anggota BSA.

Syamsidar, kader komunitas BSA Jollo Desa Bulu Cindea membeberkan capaian serta tantangan yang dihadapinya untuk mendorong para anggota komunitas binaannya untuk mau membangun kesadaran berwirausaha mikro dengan menghasilkan satu produk yang akhirnya bisa menjadi produk unggulan komunitas maupun ranting yakni Dodol khas Jollo.

Menurutnya dengan modal yang tak seberapa yang disuport melalui program pemberdayaan BUEKA akhirnya mampu membuat usaha dodol bersama anggota lainnya dan produk ini diikutsertakan dalam berbagai pameran seperti kegiatan Muktamar Muhammadiyah, Musyda Muhammadiyah-‘Aisyiyah dan pameran ketika menerima kunjungan delegasi Kedubes Australia bulan Januari yang lalu dan produknya laku keras.

“Namun yang masih menjadi kendala untuk pengembangan produk dodol dari segi produksi adalah produk ini masih dibuat sesuai dengan event tertentu atau pesanan karna masih terbatas modal dan pemasaran yang tetap,” sambung Syamsidar.

Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep melalui Program MAMPU yang terus mendorong penguatan kapasitas perempuan dhuafa’ baik di bidang kepemimpinan, kesehatan reproduksi dan penguatan ekonomi sebagai upaya mensuport pemerintah menanggulangi kemiskinan. Workshop serupa telah dilaksanakan pula di dua kecamatan sebelumnya yakni Pangkajene dan Bungoro.

Like it? Share it!

Leave A Response