4 Sampah Antariksa Yang Pernah Jatuh di Indonesia

Thursday, Sep 29, 2016 | 683 views

Aktualita.co – Dibalik manfaat berbagai satelit-satelit buatan, ternyata juga menyisakan sampah-sampah antariksa yang bisa jatuh kembali ke bumi karena tidak semuanya habis terbakar di atmosfer. Beberapa sampah-sampah tersebut bahkan ada yang jatuh ke wilayah Indonesia.

sampah-antariksa

Tak tanggung-tanggung, menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa sampah antariksa Indonesia mencapai 20.000 kepingan. Karena itu, Lapan harus memantau sampah-sampah antariksa itu secara berkala untuk mencegahnya menabrak satelit dan mengantisipasi adanya sampah yang jatuh ke Bumi.

Peristiwa terbaru jatuhnya sampah antariksa yang jatuh ke wilayah Indonesia adalah jatuhnya pecahan roket Falcon 9 milik Space-X Amerika Serikat di Sumenep Madura pada September 2016. Menurut penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), roket tersebut merupakan pendorong yang digunakan untuk meluncurkan satelit komunikasi Jepang JCSAT16 pada 14 Agustus lalu.

Akibatnya, pecahan roket tersebut menimpa atap kandang warga dan menewaskan dua kambing yang berada di bawahnya, selain merusak kandang dan dua rumah.

Selain pecahan roket Falcon 9, wilayah Indonesia lainnya juga pernah kejatuhan sampah antriksa seperti yang terjadi di Gorontalo pada 26 Maret 1981 berupa pecahan bekas tabung bahan bakar roket Rusia. Menurut LAPAN benda tersebut merupakan bagian motor roket Cosmos-3 MVSpace Launcher 8 (SL-8)\/11K65M milik Rusia.

Sampah antariksa berikutnya yang jatuh di Indonesia adalah bagian motor roket Soyuz A-2 yang juga milik Rusia. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1988 di Lampung.

Dan peristiwa ketiga yang tercatat oleh LAPAN adalah jatuhnya sebagian roket CZ-3A (Chang Cheng\/Long March 3). Benda tersebut diluncurkan pada 29 November 1994. Menurut LAPAN, dari sumber lain diketahui fungsi roket itu adalah meluncurkan satelit komunikasi DHF-3.

Sebenarnya ada satu lagi sampah antariksa yang pernah jatuh di Indonesia yaitu pada 23 Februari 2007 di Flores.Berdasarkan analisis objek antariksa yang jatuh sekitar tanggal tersebut, LAPAN menduga objek yang jatuh adalah pecahan satelit OKEAN 3 milik Rusia. Pada peristiwa yang terakhir ini benda yang jatuh berukuran kecil yaitu sekitarr kepalan tangan.

Sayangnya, sampah antriksa yang jatuh tidak dapat diatur kapan dan di mana jatuhnya. Kita bisa melakukan pemantauan benda-benda jatuh antriksa buatan secara real time melalui situs LAPAN.

Like it? Share it!

Leave A Response