26 Utusan NGO Se-Indonesia Ikuti Pre Workshop Short Term Award

Tuesday, Nov 29, 2016 | 169 views

Sebanyak 26 utusan NGO Se-Indonesia mengikuti Pre Workshop Short Term Award (STA) Pemerintah Australia di Hotel Padma Bandung, 28-31 November 2016. Pre Workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan persiapan pemberangkatan perwakilan NGO Se-Indonesia melalui kegiatan Organisational Leadership And Management Practise For NGOs Empowering Women 2.

mampu

Adapun NGO yang mengikuti kegiatan ini diantaranya ‘Aisyiyah, MPWRI, PEKKA, KPI, LPP, LBH Apik, Komnas Perempuan, PERMAMPU, Migrant Care, TURCH, YKPM dan YKS.

NGO ini merupakan utusan peserta berbagai Provinsi seperti Sulsel yang diwakili oleh Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Bone, YKPM, Toraja, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Timur, Bandung, Jakarta, NTT dan Yogyakarta.

Kegiatan ini sebagai bagian dari award kepada seluruh Mitra Program Maju Perempuan Indonesia Untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU). MAMPU merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia dalam menanggulangi kemiskinan kaum perempuan di berbagai pelosok Indonesia. Kegiatan ini mengusung berbagai issu perempuan seperti seperti kesehatan reproduksi, perlindungan sosial, pendampingan pekerja rumahan, penguatan parlemen, buruh migrant dan issu strategis lainnya sejak tahun 2012.

Adapun yang menjadi fasilitator penuh dalam pre workshop ini adalah Tim Sydney Southeast Asia Centre (SSEAC) Profesor Michele dan Dokter Thushara.

Dalam sambutan pembukaannya Profesor Michele menyampaikan bahwa agenda Pre Workshop ini sebagai persiapan awal bagi seluruh peserta yang akan diberangkatkan ke Australia Januari mendatang.

“SSEAC akan memberikan bekal materi kepemimpinan, Advokasi serta sharing informasi apa yang telah dilakukan oleh para NGO selama ini di di daerahnya termasuk juga memahami sejak dini seperti apa dan bagaimana gerakan perempuan di indonesia dan juga mengetahui sejak awal budaya di Australia,” tutur Michele.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam training ini seperti ketidakmampuan berbahasa Inggris, karena di Sydney sudah banyak mahasiswa Australia bisa berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sudah menjadi salah satu jurusan yang cukup diminati di Universitas Sydney. Selain itu bahasa yang digunakan selama belajar di kelas salah satunya bahasa Indonesia. Namun, disini kita tetap akan belajar sedikit pentingnya berbahasa inggris agar bisa berkomunikasi meski tak sefasih mereka yang menguasainya,” imbuh Michele dengan bahasa Indonesia yang sudah cukup fasih.

Salah satu utusan peserta dari Sul-sel A. Fatmawati Sulolipu dari Lembaga Pemberdayaan Perempuan Bone menyampaikan kebanggaannya bisa ikut serta dalam program STA ini.

“Saya pribadi begitu bersyukur bisa mengikuti seleksi program STA ini dan akhirnya di berikan kesempatan untuk menjadi bagian Pelatihan Kepemimpinan NGO Perempuan Se-Indonesia ini, yang akan dilaksanakan di Australia. Saya bisa belajar banyak hal disana untuk kedepannya saya impelementasikan dalam memajukan organisasi di daerahku Bone,” ujar Fatmawati.

Program Short Term Award ini akan dilaksanakan 23 Januari mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan para peserta sekembalinya dari Australia agar mampu menguatkan kelembagaannya dengan skill manajemen kepemimpinan yang telah diterima untuk selanjutnya dapat berjejaring dengan berbagai pihak termasuk lembaga professional lainnya dalam menyusun program pemberdayaan yang berpihak pada kaum perempuan di Indonesia. (Nhany Rachman)

Like it? Share it!

Leave A Response