Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Nama Sutopo Purwo Nugroho banyak dikutip media acap kali bencana terjadi. Maklum, posisinya sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi sumber paling sahih yang paling layak dikutip.

Tak ayal, Sutopo Purwo Nugroho harus bekerja keras memberikan informasi kepada setiap media dengan baik dan akurat.

Ia menjadi salah satu humas terbaik lembaga pemerintah. Ia begitu cepat dan jelas memberikan informasi. Bahkan saat di rumah sakit pun ia pernah mengirimkan rilis. Saat itu ia sedang operasi di RSPAD tetapi tetap memberi informasi tentang longsor di Brebes.

Berbagai penghargaan Kehumasan pernah diterimanya diantaranya Humas Terbaik Elshinta Award 2011, 2012 dan 2013. Ia juga menjadi Humas Terbaik Lembaga Publik Pilihan SPS 2013 dalam The Second Indonesia Public Relations Awards and Summit dari Serikat Pekerja Pers (SPS) pada tahun 2013.

Di tahun 2014, Kantor Berita Politik RMOL menganugerahinya penghargaan Golden Public Campaigner Award.

Dan di tahun 2017 ia menjadi Humas Terbaik atau Oustranding Spokeperson dari Asosiasi Media Asing di Indonesia.

Perjuangan Melawan Kanker

Tetapi siapa sangka, dibalik pengabdiannya memberikan update informasi kebencanaan, ternya ia juga tengah berjuang melawan kanker paru paru stadium IV B yang diidapnya.

Kabar dirinya menderita kanker mulai diketahui pekerja media pada Januari 2018. Saat itu, Sutopo menginformasikannya kepada rekan wartawan. 


Awal mula mengetahui penyakitnya saat Gunung Agung berstatus awas. Dia yang bersiaga di Pusat Kendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB merasakan punggung kirinya nyeri ketika duduk. Khawatir akan kesehatan jantungnya, Sutopo lantas menuju RS Mitra Keluarga Cibubur untuk diperiksa. Hasilnya, jantungnya normal.

Dia lantas dirujuk ke bagian penyakit dalam (internis). Di situ terdiagnosis asam lambungnya naik. Sutopo lalu diberi obat pereda nyeri. Namun, saat obat habis, nyeri kembali lagi. Sutopo akhirnya berinisiatif ke dokter paru-paru. Setelah pemeriksaan rontgen dan CT scan, dokter menyimpulkan bahwa Sutopo terserang kanker paru-paru stadium 4.

Sutopo lantas melakukan pemeriksaan lagi di RS Mahkota Melaka Malaysia. Hasilnya pun sama. Sutopo kemudian memutuskan menjalani pengobatannya di Indonesia saja mengingat ada tanggung jawab pekerjaan yang memanggilnya.

Sutopo benar-benar tidak menyerah dengan kankernya. Bahkan diinstagram pribadinya ia kerap memposting soal kanker di sela-sela informasi kebencanaan. Ia mengaku tidak ingin menyembunyikan penyakitnya yang penting ia punya semangat hidup.

Iapun bercita-cita kelak jika sembuh ia ingin menjadi motivator bagi penderita kanker lainnya. Ditengah sakitnya, Sutopo bahkan masih sempat bercanda jika kanker itu benar-benar membuat Kantong Kering karena mahalnya biaya pengobatan.

Profil Sutopo Purwo Nugroho

Nama lengkapnya adalah DR Sutopo Purwo Nugroho  M.Si, APU. Beliau lahir di Boyolali 7 Oktober 1969. Karena itu, pendidikan dasarnya sejak SD hingga SMA dilakukan di kampung halamannya Boyolali.

Sutopo kecil menjalani pendidikan dasarnya dengan penuh keprihatinan. Ia bahkan mengaku saat SD harus pergi sekolah tanpa alas kaki. Ia juga pernah tinggal di rumah kontrakan dan mengkonsumsi peyek laron yang banyak di lingkungannya saat musim hujan.

Ia pun melanjutkan pendidikannya ke  Fakultas Geografi UGM. Selanjutnya menamatkan pendidikan S2 dan S3 di IPB Bogor.

Prestasi sudah diukirnya sejak mahasiswa. Lulus S1 dengan predikat cum laude dan tercepat. Menjadi mahasiswa teladan di Fakultas Geografi UGM dan meraih penghargaan dalam Lomba Karya Inovatif dan Produktif Tingkat Nasional selama dua tahun berturut-turut.

Mimpinya sebenarnya menjadi pengajar dosen di Fakulas Geografi UGM. Tetapi ternyata ladang pengabdian lain telah dipilihkan untuknya. Walau demikian, kini ia juga mengajar disejumlah kampus seperti pascasarjana UI, IPB dan Universitas Pertahanan.

Gagal menjadi dosen ia bekerja sebagai peneliti di UPT Hujan Buatan BPPT dan Teknologi Mitigasi Bencana BPPT. Saat itu ia menjadi Peneliti Utama bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah dengan pangkat IIIa.

Karirnya di BNPB dimulai pada tahun 2010. Ia masuk dengan pangkat IVc sebagai Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB. Dan selanjutnya ditahun 2010 juga ia menjadi Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB.


Biodata Sutopo Purwo Nugroho


Nama Lengkap : DR. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si, APU
Tempat/Tanggal Lahir : Boyolali pada 7 Oktober 1969

Riwayat Pendidikan :
1. 1977-1983 : SD Negeri I Boyolali
2. 1983-1986 : SMP Negeri I Boyolali
3. 1986-1989 : SMA Negeri I Boyolali
4. 1989-1994 : Sarjana (S1) Fakultas Geografi UGM Yogyakarta
5. 1998-2000 : Master (S2) Program Studi Pengelolaan DAS IPB Bogor
6. 2008-2010 : Doktor (S3) Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB Bogor


Riwayat Jabatan Fungsional Peneliti

1. Ajun Peneliti Muda  IIIc      01-09-2000      PAK 258,3
2. Peneliti Muda           IVa      01-09-2002     PAK 536,3
3. Ahli Peneliti Muda   IVc      01-09-2004      PAK 823,7        Keppres No. 64/M Tahun 2005
4. Peneliti Utama        IVd      01-09-2008     PAK 950,2         Keppres No. 81/M Tahun 2009
5. Peneliti Utama      IVe      01-10-2010     PAK 1.1141,2

Riwayat Jabatan Struktural
1.    2009-2010       :     Kepala Bidang Teknologi Mitigasi Bencana, Pusat Teknologi Pengelolaan Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana BPPT
2.    2010            :     Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB
3.    2010-sekarang :    Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB [1] [2]

Click to comment