Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Banyak pihak yang mempertanyakan siapakah orang Indonesia bahkan orang Asia Tenggara pertama yang menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest?

Banyak orang menyebut tim kopasus yang diketuai Prabowo Subianto sebagai orang Asia Tenggara pertama yang menaklukkan gunung Everest pada tahun 1997 lalu. Lalu seperti apakah faktanya?

Everest Summiteer Association mencatat ada 3 nama orang Indonesia yang pernah menaiki puncak tertinggi di dunia tersebut. Ketiga orang tersebut adalah Clara Sumarwati yang menaklukkan everest pada 26 September 1996.

Setelah itu ada nama Asmujiono dan Misirin yang menaklukkan Everest pada 26 April 1997. Kedua merupakan anggota Kopasus yang dipimpin Prabowo Subianto.

Clara Sumarwati mulai jatuh cinta pada pendakian gunung saat ia bergabung dengan Resimen Mahasiswa Jayakarta Batalyon 11 Unika Atma Jaya Yogyakarta yang menjadi tempatnya berkuliah di tahun 1985.

Untuk mensukseskan upaya pendakiannya, Clara Sumarwati  sudah terlebih dahulu naik ke sejumlah gunung seperti Aconcagua di Argentina dan Annapurna di Nepal.

Ia menanjak ke puncak Everest melalui program bersama Persatuan Pendaki Gunung Angkatan Darat (PPGAD) pada tahun 1994.

Saat itu, ia latihan bersama kopassus dan membawa 6 orang ke Everest melalui jalur selatan Pegunungan Himalaya atau disebut juga South Col. 

Di tahun 1994 itu, upaya mereka masih gagal. mereka berenam hanya sampai camp 3 dengan ketinggian 7.600 mdpl. Mereka sempat 4 kali naik turun, tapi sayang mereka tetap tidak bisa sampai puncak lantaran saat itu ada badai.
Sempat ingin mengulangi upaya pendakian pada tahun 1995 bersamaan dengan 50 Tahun Indonesia Merdeka, tetapi akhirnya ditunda. Beruntung penundaan dilakukannya karena  pada tahun 1995 itu terjadi badai dahsyat di Himalaya yang menewaskan 208 pendaki dari berbagai negara.

Barulah ditahun 1996 ia kemudian kembali naik Everest. Ia mulai berangkat 8 Juli 1996 melalui Jerman. Kemudian dilanjutkan ke China untuk mengurus ijin ke Nepal.

Kali ini ia bersama Gibang Basuki, seorang sersan Kopassus. Selain itu ia juga ditemani tim Kazi Serpha--yang sempat dikenalnya pada pendakian sebelumnya. Total ia naik bersama 12 guide dan memilih jalur utara. Mereka pergi mendaki dengan program yang sama dari PPGAD.

Sayangnya, yang berhasil sampai puncak hanya dirinya bersama 5 guide. Rekannya tidak berhasil sampai keluar darah dari hidung.

Ia akhrinya berhasil mencapai puncak Everest pada 26 September 1996. Ia tidak bisa berlama lama di puncak Everest karena Badai. Fotonya saat dipuncak pun tidak terabadikan karena badai. Ia hanya sempat sekilas berfoto di dekat tenda dengan membentangkan merah putih dan membawa foto Presiden Soeharto.
Sayangya, karena tidak ada banyak dokumentasi tersebut, Clara pernah dirawat di RSJ. Saat itu, menurut berita Kompas, Clara dirawat di RSJ pada 1997 dan beberapa kali setelahnya kambuh.

Saat itu ia kerap bercerita pendakiannya ke Everest tapi disangsikan tim dokter. Padahal beberapa pihak luar negeri justru mengakuinya misalnya Everest karya Walt Unsworth (1999), “Everest: Expedition to the Ultimate” karya Reinhold Messner (1999) dan website EverestHistory.com.

Barulah kemudian pada bulan Oktober 2009 ketika ada sejumlah tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional. Salah satu aktivitas Poppy adalah mengajar tari di RSJ. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim mengenali sosok Clara.


Atas prestasinya tersebut, Clara kemudian diberikan penghargaan Bintang Naraya oleh Presiden Soeharto.

Ia tercatat dalam daftar pemuncak Everest ke-836.

Biodata Clara Sumarwati

Nama Lengkap : Clara Sumarwati
Tempat/Tanggal Lahir : Jogjakarta, 6 Juli 1967

Pendidikan:
Jurusan Psikologi Pendidikan Univesitas Atmajaya

Catatan Pendakian Internasional
1991 : Pendakian ke Puncak Annapurna IV Nepal (7.535 meter)
1993 : Pendakian Ke Puncak Aconcagua Andes Amerika Selatan (6.959 meter)
1996 : Puncak Everest Nepal












Click to comment