Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Mungkin bagi beberapa orang, aksi tenaga dalam dan fenomena spiritual seperti kerasukan dan penampakan hanya dapat disaksikan di acara reality show televisi atau film. Hal itulah yang mendorong Komunitas Sulap Aceh Barat Daya atau Dark Magic ABDYA untuk membuat sebuah aksi bernama Talking To The Dead atau Berkomunikasi Dengan Orang Yang Sudah Tiada.

Mereka terdiri atas dua pesulap asli putera ABDYA, Yudya Pratidina, dan Dani D’Gear yang menginisiasi kegiatan tersebut dengan tujuan memberi edukasi dan hiburan kepada masyarat melalui eksperimen berbau mistis layaknya paranormal.

“Banyak hal atau fenomena yang kita tidak tahu. Bahwa tenaga dalam itu nyata, bahwa kita mungkin bisa mengetahui apa yang difikirkan oleh orang lain, atau memprovokasi fikiran tersebut. Caranya mudah, berlatih terus-menerus selama bertahun-tahun. Namun sayang, kemampuan ini sering didramatisir oleh para dukun untuk meraup keuntungan,” jelasnya Yudha.

Dengan adanya aksi ini diharapkan masyarakat tidak lagi mudah percaya dengan hal mistis.
“Sekarang coba kita lihat, masyarakat kita imannya kuat. Tapi kalau hilang sesuatu pergi ke dukun. Yang mana itu sangat bertentangan dengan syariat islam. Dengan adanya aksi ini semoga masyarakat tertantang fikirannya untuk mencari tahu dan menjelaskan fenomena itu secara logis,” imbuhnya.

Aksi Talking to The Dead dimulai dengan adegan Pesulap Dani D’Gear memasukkan dua paku ke dalam hidung. Atensi penonton-pun meningkat setelah terjadi beberapa efek, seperti; salah satu penonton yang diajak bermain menangis dan merasakan sensasi terbakar ditubuhnya, atau saat foto yang berada disudut ruangan terjatuh dengan sendirinya. Semua adegan didalam film ini diakui terinspirasi dari film horror.

Kendatipun demikian, diakui oleh mereka bahwa aksi ini tidak menggunakan doa, mantra, atau trik.

“Saya pikir semua orang yang menyaksikan aksi ini sepakat bahwa Talking to the dead bukanlah trik atau tipuan. Sebelum bermain bahkan saya meminta semua penonton untuk memeriksa seluruh ruangan, termasuk kamar mandi. Kalau ada masyarakat yang tidak percaya juga tidak apa-apa sebab tujuan kami hanyalah menyajikan hiburan dan edukasi tentang fenomena paranormal secara saintifik dan logis,” tutupnya. (ariyanda)

Click to comment