Type something and hit enter

On
Aktualita.co - Dari Cabang Dayung Asian Games 2018, Indonesia berhasil meraih 5 medali masing-masing 1 emas 2 perak dan 2 perunggu. Satu-satunya medali emas Indonesia di cabang dayung dibuat dinomor rowing Kelas Ringan Delapan Putra.

Delapan pedayung Indonesia yang mempersembahkan medali emas tersebut adalah Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi dan Ujang Hasbulloh.

Pada partai final, anak-anak asuh pelatih Boudewijn van Opstal dan Muhammad Hadris berhasil mencatatakan waktu 6 menit 08,88 detik. Dan atas pencapaian ini pula, mereka mampu mengungguli Uzbekistan dan Hong Kong yang masing-masing berada di tempat kedua dan ketiga.

Pencapaian emas ini sangat spesial karena menjadi emas pertama Indonesia di sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Sebelumnya,  prestasi terbaik tim dayung Indonesia dayung hanya meraih medali perak dari nomor single sculls putra di Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand, melalui Lasmin.


Baca Juga : Fakta Penting Asian Games Perolehan Medali Indonesia

Rio Rizky Lahir Dari Keterbatasan

Banyak kisah inspiratif dari atlet berprestasi di Asian Games. Salah satunya Rio Rizky yang turut menyumbang emas melalui Dayung.  Rio Rizky juga menjadi atlet termuda yang behasil meraih medali emas yaitu saat ia masih berusia 14 tahun.

Pria yang lahir pada 2 November 2003 tersebut merupakan anak dari pasangan Rasna (39) dan Nasir A (40), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)
tahun 2018.

Ayah Rio berprofesi sebagai pencari rotan. Rio pun seringkali membantu keluarganya di kebun membelah coklat.

Rio tinggal di rumah yang sangat sederhana beratap rumpia berdinding papan di Desa Tompi Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tepatnya 100 KM dari Kota Palu.

Rio merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga adik bernama Roi Fitrawan (13) Sekolah di SMP 13 Palu, Khazana (8) sekolah di SDI Tompi Bugis, dan Akifa Naila (4) yang masih TK.

Rio Risky merupakan alumni SMANOR Tadulako Palu tahun 2017, SMP 6 Sigi (2014), SDI Tompi Bugis (2011).

Seperti yang dilansir tribun,  Aziz Wilkerson, Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Sigi Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa karir Rio dimulai sejak dirinya masuk di PPLP Sulawesi Tengah.

Baca Juga : Daftar Lengkap Peraih Medali Indonesia di Asian Games 2018

Rio akhirnya masuk berdasarkan rekomendasi oleh Muh. Jusfri yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMANOR Tadulako, Palu.

Rio lantas memulai karirnya sebagai seorang atlet dayung. Satu persatu prestasi membanggakan diraih Rio. Ia pernah menjadi juraia pada POPNAS PPLP 2014 di Makasar dengan meraih juara 4.

Selanjutnya ia juga pernah meraih kejuaraan di POPNAS XII di Jawa Barat 2015 dengan meraih 1 perak.

Rio juga pernah mengikuti Kejurnas Dayung antar- PPLP/PPLPD 2015 di Ambon, meraih 2 emas.

Ia juga pernah menjadi juara di PON XIX 2016 di Jawa Barat dengan meraih perunggu dan South East Asian Rowing Federation (SEARF) di Vietnam 2017 meraih perak.

Atlet yang memiliki perawakan bertubuh tinggi tersebut juga meraih emas dan 1 perak pada ASIAN Rowing CUP di Palembang tahun 2017, serta dua emas di ASIAN CUP II di Singapura tahun 2018.

Di Tahun 2018, Rio juga membawa tim dayung Indonesia meraih dua emas di Belanda. Masing-masing satu emas saat di kejuaraan di Bosban, Amsterdam, dan di Kejuaraan Holland Beker. Dua kejuaraan itu merupakan bagian dari pemusatan latihan tim dayung Indonesia jelang Asian Games 2018.  Dan melengkapinya dengan medali emas Asian Games 2018.


Click to comment