Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo memberikan gaji 13 dan juga gaji 14 atau disebut juga Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pensiunan PNS dan juga TNI/Polri.

Hal tersebut rupanya menjadi janji Presiden Jokowi untuk tetap menganggarkan gaji 13 dan THR untuk pensiunan pada tahun 2019 akan datang.

Ketika menghadiri pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/9) siang, Presiden Jokowi menegaskan hal tersebut.

Presiden memastikan, tahun depan dilanjutkan lagi gaji ke-13 dan THR-nya. Hal ini dimaksudkan, sambung Presiden, agar peredaran uang dan daya beli masyarakat bisa ditingkatkan, karena apabila semuanya belanja ke pasar/toko itu lebih dari biasanya, akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi negara ini. Demikian Presiden Joko Widodo seperti dilansir dari laman Setkab dan juga PresidenRI

Namun diakui Presiden Jokowi, semua harus menjaga agar kenaikan harga bahan-bahan tidak meningkat, meskipun ada tambahan gaji ke-13 dan tunjangan THR. Ia menilai percuma ada kenaikan, ada tunjangan, tetapi harga-harga inflasinya di atas 8-9 persen.

Selain mengungkapkan hal tersebut, Presiden Jokowi dalam acara tersebut juga memastikan apakah gaji 13 dan THR sebelunya sudah diterima oleh pensiunan.

“Saya ingin memastikan bahwa gaji ke-13 dan THR itu betul-betul sampai ke Bapak/Ibu sekalian, karena kemarin memang ada tunjangan yang terlambat. Saya enggak tahu karena prosedur yang ada di Kementerian kita,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta kepada pensiunan untuk mengingatkan masyarakat akan besarnya Indonesia dengan keanekaragamannya.

“Indonesia memiliki diberi anugerah oleh Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT keragaman, perbedaan-perbedaan, warna-warni. Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku, berbeda bahasa daerah, yang ini sering kita lupa,” ucap Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota PWRI untuk terus menyampaikan kepada masyarakat mengenai perbedaan-perbedaan yang ada di negara Indonesia, mengenai pentingnya persatuan, persaudaraan, dan kerukunan di antara semua.

“Karena masih banyak yang belum menyadari mengenai itu,” ujar Presiden seraya menambahkan, kalau dibandingkan dengan negara lain, baru disadar bahwa Indonesia negara besar, penuh dengan perbedaan, dan perlunya untuk terus merawat dan menjaga perbedaan-perbedaan itu.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Desa dan PDTT Eko Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Umum PWRI Haryono Suyono

Click to comment