Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Undangan halal bihalal PT Pos Indonesia menjadi viral dan ramai dibicarakan netizen. Pasalnya, desain tema undangan tersebut terdapat tulisan Time 272 Return. Angka 272 dianggap mirip dengan demo 212.

Tak ayal, akun twitter PosIndonesia pun memberikan klarifikasinya. "Selamat Sore Sahabat Pos. Time 272 return artinya mengembalikan kejayaan pos di 272 tahun pos melayani negeri, time to return ketika halal bil halal dimaksudkan untuk kembali ke fitri dan mengembalikan kejayaan pos, tidak ada sangkut pautnya dengan 212 :)" cuit akun tersebut pada 23 Juni 2018 lalu.

Seperti diketahui PT Pos Indonesia telah melayani dan berkiprah di Indonesia selama 272 tahun. Dalam sejarahnya, Pos Indonesia pertama kali didirikan pada 26 Agustus 1746 silam di Batavia oleh Gubernur Jenderal GW Baron Van Imhoff yang sekaligus dianggap sebagai tonggak sejarah perjalanan pelayanan pos di Nusantara.

Saat itu Pos dibentuk dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Dalam perjalanan panjang tersebut, Pos Indonesia telah mengalami beberapa fase. Dikutip dari website PosIndonesia.co.id disebutkan pada tahun Pada 1906 Pos dikenal dengan Posts Telegraaf end Telefoon Diensts atau jawatan PTT lalu pada 7 September 1945 pengambilan alih kantor pusat Pos di Bandung diambil alih angkatan muda PTT. Peristiwa heroik ini kemudian diperingati sebagai hari Bhakti Postel.

Selanjutnya pada 1961 status Jawatan PTT diubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Dan ditahun 1965 PN Pos dan Telekomunikasi berubah menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi.

Pada 1978 PN Pos dan Giro berubah kembali menjadi Perum Pos dan Giro. Bisa dibilang era 1970an-1980an menjadi era emas Pos Indonesia.

Dan barulah pada tahun 1995 Perum Pos dan Giro akhirnya berubah menjadi PT Pos Indonesia (Persero) hingga saat ini. Perubahan bentuk ini sebagai bagian untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah termasuk dengan gencarnya perubahan teknologi. Termasuk liberalisasi bidang logistik di kawasan ASEAN dimana tumbuhnya berbagai jasa logistik baik lokal maupun internasional.

Sebagai cataan PT Pos Indonesia mengalami penurunan kinerja usahanya di tahun 2000 – 2007 sejalan dengan semakin terlupakannya pengiriman surat menyurat. Beruntung Pos Indonesia akhirnya bisa bangkit dan mengikuti perkembangan zaman. Bahkan dibanding pos di negara lain seperti Amerika yang nyaris kolaps, Pos Indonesia bisa kembali berjaya. 

Tahun 2009 dipandang sebagai titik balik Pos Indonesia. Pada tahun tersebut, Pos Indonesia mulai meraup untung.

Click to comment