Type something and hit enter

On
Aktualita.co - PSM Makassar akhirnya mengumumkan striker asing andalannya dalam acara jumpa pers di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (3/1/2018). Bruce Djite adalah pemain berkewargaan Australia. Ia dikenal sebagai pemain depan dengan kelebihan pada kecepatan serta kemampuan bola heading yang memanfaatkan tinggi badannya.


Sebelum bergabung dengan PSM Makassar, Bruce Djite banyak menggali informasi dari mantan rekan setimnya di Adelaide United, Sergio Van Dijk. Ia juga berkomunikasi dengan pemain Australia lainnya yang memperkuat Borneo FC, Shane Smeltz.

Bruce Djite didatangkan pelatih PSM, Robert Rene Alberts dari klub Korea Selatan, Suwon FC. Di klub Korea Selatan tersebut, Djite membukukan 11 gol dari 39 penampilan. Dalam catatan karir profesionalnya, Bruce Djite yang berusia 30 tahun ini juga pernah memperkuat Adelaide United di A League, Australia.

"Saya senang bergabung dengan PSM," ungkap Djite kepada media ESPN. "PSM hampir menjuarai liga di musim lalu dan memiliki pelatih eropa berpengalaman yang membuat saya tertarik. Kini kami mendekati gelar juara di musim ini."

Riwayat Karir Sepakbola Bruce Djite

Sebelum memutuskan bergabung ke Adelaide, Djite terlebih dahulu menjalani seleksi di klub Bundesliga Jerman, Werder Bremen. Namun saat itu ia tidak terpilih, dan memutuskan kembali ke Australia untuk menerima pinangan Adelaide. Bukan tanpa alasan Adelaide berani mendatangkan Djite. Djite pernah masuk dalam program pengembangan pesepakbola berbakat The New South Wales Institute of Sport (NSWIS), yang berpusat di Sydney pada 2005. Setahun kemudian ia masuk dalam program The Australian Institute of Sport (AIS), yang merupakan proyek pembinaan pesepakbola muda bentukan Federasi Sepakbola Australia (FFA).

Pada musim perdananya bersama Adelaide, Djite membukukan 13 penampilan dengan torehan satu gol. Selama dua musim membela The Reds, Djite tampil dalam 20 pertandingan dengan catatan enam gol. Setelah itu, pada musim 2008, ia akhirnya mewujudkan mimpi tampil di kompetisi Eropa. Klub asal Turki, Genclerbirligi menjadi kesebelasan yang meminangnya saat itu.

Tampil di kompetisi utama Turki bersama Genclerbirligi membuat penampilan Dietje semakin menggigit. Tak ayal ia pun menjadi salah satu pemain andalan klub asal Kota Ankara itu. Tercatat 28 penampilan dibukukan dengan torehan enam gol dan dua asis.

Namun tahun keduanya di Liga Turki tak berlangsung mulus. Penurunan performa ditunjukkan, kesempatan bermain yang dimilikinya semakin minim. Pada pertengahan musim 2009/2010 ia dipinjamkan ke Diyarbakirspor, sebelum itu sebenarnya Hajduk Split sempat meminatinya, namun Djite menolak tawaran Hajduk dan lebih memilih bermain bersama Diyarkakirspor.

Tapi bersama Diyarkakirspor, Djite kembali gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Tidak ada perkembangan signifikan dijadikan alasan Genclerbirligi untuk tidak memperpanjang kontraknya. Pada akhir musim 2009/2010, ia akhirnya dilepas. Ia memilih kembali ke Australia dengan Gold Coast United menjadi pelabuhan barunya menghadapi musim 2012/2011.

Saat itu ia bergabung bersama Gold Coast untuk menggantikan penyerang asal Selandia Baru, Shane Smeltz yang memilih hengkang ke Liga Turki. Penunjukan Djite sebagai pengganti Smeltz terbukti tepat. Semusim tampil bersama klub asal Queensland itu, Djitem menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan 10 gol dan tiga asis dalam 23 penampilan.

Catatan impresif yang dibukukan Djite cukup untuk menarik perhatian Adelaide agar tertarik meminangnya kembali. Pada 11 Maret 2011, Djite resmi kembali ke Adelaide dengan durasi kontrak selama dua tahun. Saat itu ia berhasil menampilkan permainan yang memuaskan, hingga petualangan keduanya bersama Adelaide dilakoni dalam jangka waktu lima tahun lamanya. Dari 2011 hingga 2016 tampil membela The Reds, pemain kelahiran Virginia, Amerika Serikat itu membukukan 113 penampilan dengan torehan 29 gol.

Karir Bruce Djite di Tim Nasional

Djite tercatat pula pernah masuk dalam skuat Tim Nasional Australia. Sebagai orang Amerika Australia, sebenarnya Djite juga berhak memperkuat tim nasional Pantai Gading, Togo dan juga Amerika Serikat. Kariernya di level tim nasional di mulai pada 2006 dengan menjadi bagian timnas Australia U 20 dan U 23. Dari tahun 2006 sampai 2008 bermain untuk timnas Australia dalam dua jenjang usia berbeda itu, dirinya tampil dalam 16 penampilan dengan torehan tujuh gol.

Pada 2008, Djite mendapat panggilan membela timnas senior Australia. Debutnya di level tim nasional terjadi dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2010 menghadapi Tiongkok kala itu, Australia kalah 0-1 dan Djite tampil selama 90 menit. Tak hanya itu, ia juga turut ditampilkan dalam dua pertandingan persahabatan melawan Afrika Selatan dan Belanda.

Djite kembali tampil bersama The Socceroos menghadapi Uzbekistan di Kualifikasi Piala Dunia 2010 pada 9 Oktober 2008. Saat itu ia tampil sebagai pemain pengganti dan hanya bermain selama satu menit. Setelahnya ia lebih banyak menghuni bangku cadangan, dalam beberapa pertandingan tak dipanggil lagi. Djite juga tidak diikutsertakan ke Piala Dunia 2010.

Penampilan terakhir Djite bersama tim nasional Australia terjadi pada 8 November 2010, ia bermain saat Australia dikalahkan Slovenia dua gol tanpa balas, saat itu ia tampil selama 56 menit. Selama dua tahun bolak-balik timnas Australia, Djite mengumpulkan total enam caps Internasional, tanpa satu pun gol atau pun asis yang ia torehkan.

Biodata Bruce Djite :

Nama Lengkap : Bruce Jose Djite
Tempat/Tanggal Lahir : Arlington County Virginia AS, 25 Maret 1987
Tinggi : 183cm

Karir Muda :
2003 - 2004 : Northern Spirit
2005 : NSWIS
2006 : AIS
2004 - 2006 : Marconi Stallions

Karir Profesional
2006–2008 : Adelaide United    
2008–2010 : Gençlerbirliği    
2010     :  → Diyarbakırspor (loan)    
2010–2011 : Gold Coast United
2011–2016 : Adelaide United    
2011     :  → Jiangsu Sainty (loan)
2016–2017 : Suwon FC        
2018-     : PSM Makassar

Karir Tim Nasional :
2006 :     Australia U-20    
2007–2008 : Australia U-23    
2008–2015 : Australia

Click to comment