Type something and hit enter

On
Aktualita.co - Program studi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh menggelar pelatihan pengelolaan perpustakaan bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se- kota Banda Aceh di Aula FAH dan LAB Perpustakaan UIN Ar-Raniry.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syarifuddin, MA., Ph.D yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 27-30 Oktober 2017.

Pelatihan yang diprakarsai oleh Aceh Library Consultant (ALC) bersama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Sekolah Dasar Kota Banda Aceh yang diperuntukkan untuk pengelola dan pustakawan sekolah se kota Banda Aceh menghadirkan pemateri dari dosen dan alumni prodi S1 Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry, masing-masing, Drs. Khatib A.Latief, M.LIS, Nurhayati Ali Hasan, M.LIS, Ruslan, M.LIS, Abdul Manar, S.IP.,M.Hum, Suherman, S.IP., M.Ec dan Arkin, S.IP.

Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Zubaidah, M.Ed selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan selama 4 hari peserta akan dibekali keterampilan teknis pengelolaan perpustakaan yang meliputi manajemen perpustakaan sekolah, pelayanan dan pengembangan koleksi perpustakaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), pengolahan bahan pustaka (Inventaris, klasifikasi, katalogisasi), dan teknologi informasi di perpustakaan.

“Sebanyak 35 peserta yang berasal dari pengelola dan guru pustakawan sekota Banda Aceh dibekali dengan berbagai keterampilan teknis, nantinya dihari terakhir mereka akan dibekali dengan pelatihan otomasi perpustakaan berbasis software SLiMS dan Inlislite oleh para relawan Aceh Library Consultant”, kata Zubaidah saat memberi laporan kepanitiaan, Jum’at (27/10) di Aula FAH.
Ia berharap semoga setelah pelatihan ini selesai para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mengelola perpustakaan sesuai dengan standar.

“Setelah kegiatan ini kita berharap Perpustakaan sekolah lebih diperhatikan, para peserta pelatihan diharapkan lebih bertanggungjawab mengelola perpustakaan dengan baik. Guru yang diperbantukan di perpustakaan, yang sebelumnya kurang paham tugasnya,sudah harus mampu membenahi perpustakaan setelah pelatihan ini”,katanya. [Arkin Kisaran]

Click to comment