11 Prestasi KPK di 11 Tahun Perjalanannya Menurut ICW

Posted on

Aktualita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi genap berusia 11 tahun pada Senin, (29/12). Sejarah KPK adalah sejarah panjang pemberantaasan korupsi di Indonesia. KPK bukanlah lembaga pemberantasan korupsi pertama di republik ini. Sebelumnya pernah lahir Panitia Retooling Aparatur Negara (Paran) pada Kabinet Juanda di era Soekarno hingga Tim Pemberantasan Korupsi pada masa orde baru.

kpk

KPK bermula dari pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi menjadi Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 yang dilanjutkan dengan Kepres RI No. 73 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga kemudian pada  16 Desember 2003, Taufiequrachman Ruki, seorang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1971, dilantik menjadi Ketua KPK.

KPK sendiri baru resmi bekerja pada 29 Desember 2003 dengan dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki, bersama Erry Riyana Hardjapamekas, Tumpak Hatorangan Panggabean, Amien Sunaryadi (sekarang ketua SKK Migas) dan Sjahruddin Rasul yang sekaligus diperingati sebagai Hari Lahir KPK.

11 Keberhasilan KPK Menurut ICW

Dalam konferensi pers bertema “11 tahun KPK, 11 catatan” di Kantor ICW, Jakarta, Senin (29/12), Indonesian Corruption Watch (ICW) mengungkapkan KPK berhasil membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi.

Sebelas keberhasilan KPK yang dicatat ICW antara lain; Pertama, keberhasilan KPK pada tingkat penuntutan mencapai 100%, dimana seluruh perkara yang ditangani berhasil dibuktikan di pengadilan. Kedua, KPK berhasil menjerat tiga menteri aktif yakni, Andi Mallarangeng, Suryadharma Ali, dan Jero Wacik.

Prestasi ketiga menurut ICW, KPK mampu menjerat petinggi pada lembaga penegak hukum yakni, Irjen Pol Djoko Susilo, Brigjen Pol Didik Purnomo, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.  Keempat, KPK berhasil menjerat ketua umum parpol seperti Suryadharma Ali, Anas Urbaninggrum, dan Luthfi Hasan Ishaaq.

Kelima, KPK berhasil menyelamatkan kerugian negara yang  sejak KPK beroperasi tahun 2004 hingga 2014 jumlahnya mencapai Rp. 249 triliun. Keenam, KPK sebagai pelopor operasi tangkap tangan (OTT) terhadap koruptor, dari  Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Mulyana W Kusuma, jaksa Urip Tri Gunawan, hingga Akil Mochtar berhasil ditangkap.

Prestasi ketujuh; KPK adalah pepolor tuntutan pencabutan hak politik bagi koruptor. Kedelapan, KPK dianggap mampu melakukan terobosan hukum dalam rangka pemberantasan korupsi dengan menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Prestasi kesembilan, selaku lembaga penegak hukum, audit keuangan KPK selalu meraih predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK.

Selanjutnya, KPK menerima penghargaan Ramon Magsasay 2013 karena dianggap berprestasi dan menjadi inspirasi dalam pemberantasan korupsi di Asia.

Prestasi ke-11 KPK berdasarkan catatan ICW adalah keberhasilan KPK menangkap buronannya yang melarikan diri keluar negeri seperti M. Nazaruddin, Nunun Nurbaeti, dan Anggoro Widjojo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *